Minggu, 19 Desember 2010

BELI MOBIL TANPA UANG

Kita semua selalu berharap untuk dapat segera mendapatkan barang yang kita mau. Namun kita selalu terkendala oleh ketersediaan uang.

Untuk kebutuhan sehari-hari aja kita kekurangan, apalagi untuk membeli mobil. Uang dari mana ya. itulah yang selalu ada dalam pikiran kita.

Tapi bagaimana ya kalau kita bisa mendapatkan mobil itu dengan mudah? harga sangat miring, 50% dibawah harga pasar, atau mungkin kita berharap kita dikasih mobil sama orang tua, kakak, atau pacar kita. Wah sunguh menyenangkan.Bisa saja terjadi, tapi sangat jarang terjadi khan.....

Tapi saat ini ada cara mudah mendapatkan Mobil Honda Jazz secara Gratis.. kita tidak cuma dapat Mobilnya saja, tapi kita dapat uang tunai dalam waktu bersamaan.

saya sangat menganjurkan bagi anda untuk mendapatkan mobil Honda Jazz anda secara gratis
disini

Selamat Mendapatkan Mobil Honda Jazz baru anda...!!!
Banyak Orang telah Mendapatkan Mobil impian mereka beserta uang tunai jutaan rupiah..


By Hamid Mulyaredja

Minggu, 13 Juni 2010

Memilih Mobil Rental

Bagi yang belum mempunyai mobil atau mobilnya kurang lebih yang belum banyak jam terbangnya. Ada beberapa tips yang perlu kita perhatikan sebelum dan saat kita pinjam mobil di rental Mobil Bintaro

1. Periksa dulu bagian luar mobil apakah ada cacat/tergores/bekas nyrempet etc. Yang kelihatan masih baru kalau perlu dikonfirmasikan dengan yang punya

2. Periksa kondisi ban, mengkawatirkan tidak

3. Tanyakan kunci ban dan dongkraknya ada tidak

4. Perhatikan letak lubang tempat isi bensin, sebelah kiri atau kanan dan model bukanya. Karena ada yang model dibuka pakai kunci dan model dengan kait yang ada dibawah jog kemudi. Kalau sedan dan mobil keluaran baru misalnya di rental Mobil Bintaro tsb umumnya sudah model tarikan dari bawah jog itu. Biasanya jadi satu tempat dengan tarikan untuk membuka engine hood (pada model sedan), jadi perhatikan gambarnya, apakah selang bensin atau hood membuka, salah salah enggine hood yang mbuka. Kalau masih bingung tanya yang punya tempat rental tsb

5. Jangan lupa lihat indikataur bensin dari mobil, kalau sampe kehabisa

6. Kalau mo jarak jauh baiknya ya periksa oli-oli dan air radiator di ruang mesin (enggine hoodnya dibuka). Umumnya air radiataur, cukup di cek direservoir (tampungan yang dari plastik), oli rem, oli kopling, kadang ada oli power steering. Kalau oli mesin pakai acara nyabut toolsnya seperti kawat ***u.

7. Tanya stnk

bsriwidodo.wordpress.com

Cara Terbaik Memilih Jasa Rental Mobil

Tidak ada cara yang lebih baik untuk melihat lebih banyak kota yang Anda kunjungi dibandingkan dengan mobil. Tapi jika Anda ingin memastikan bahwa Anda sedang mengemudi mobil murah ketika Anda memilih perusahaan rental mobil Jakarta untuk pergi dengan dan apa yang menyewa mobil. Berikut adalah beberapa tips untuk mengarahkan Anda ke arah yang benar.

Datang Langsung

Seperti apapun Anda berbelanja, Anda ingin mendapatkan penawaran terbaik untuk uang yang Anda akan menghabiskan. Kami menyarankan memilih tidak kurang dari tiga perusahaan sewa dan membandingkan biaya sehubungan dengan pelayanan yang mereka tawarkan. Ini akan memastikan bahwa Anda mendapatkan tampilan yang lebih besar dari pasar daripada jika Anda hanya pergi dengan perusahaan pertama yang Anda lihat.

Telepon

Jangan hanya mengandalkan situs web perusahaan. Karena ada berbagai macam layanan dan tambahan yang datang dengan menyewa mobil di rental mobil Jakarta, kadang-kadang terbaik untuk mengangkat telepon dan berbicara dengan seseorang. Mereka bisa menjelaskan dengan tepat apa yang termasuk dalam biaya penyewaan, berbagai mobil mereka (kompak, menengah, 4 × 4), ketersediaan dan jika mereka memiliki penawaran khusus. Kemudian memilih perusahaan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda

Ditambahkan Ekstra

Beberapa hal yang perlu diingat adalah biaya ekstra yang Anda mungkin harus membayar dengan beberapa perusahaan. Kukuh drop-off biaya dapat diisi jika tujuan Anda drop-off berbeda ke tempat tujuan pick-up dan juga, beberapa perusahaan memerlukan pembayaran tambahan untuk bantuan pinggir jalan sedangkan beberapa termasuk dalam biaya sewa total.

Asuransi

Beberapa perusahaan penyewaan akan mencoba untuk menjual asuransi ketika, dalam banyak kasus, asuransi sendiri akan menutupi Anda pada sewa mobil. Adalah ide yang baik untuk memeriksa ini dengan asuransi Anda sebelum membayar biaya yang tidak perlu.

Rental Kendaraan

Terkadang ada saat dimana kita tidak dapat menghindari untuk menyewa mobil. Ketika anda berada dalam suatu perjalanan ke daerah tertentu maupun merencanakan perjalanan ke daerah yang jauh menggunakan mobil namun kendaraan anda sangat kecil yang tidak memiliki ruangan khusus untuk beristirahat atau meluruskan kaki anda sejenak, maka saat itulah anda membutuhkan kendaraan yang lebih besar yang mungkin hanya anda dapatkan dari perusahaan rental mobil. Sebelum anda melakukan penyewaan kendaraan dari perusahaan rental mobil, anda perlu mengetahui berbagai hal dan beberapa tips :
1. Langkah pertama adalah anda harus melakukan riset ke beberapa perusahaan rental kendaraan yang dekat dengan lokasi anda. Cobalah anda batasi riset anda hingga tiga atau empat perusahaan rental mobil yang terdekat.
2. Anda harus bertanya mengenai persyaratan yang diperlukan untuk melakukan rental mobil. Anda harus bertanya mengenai bahan bakar, beberapa perusahaan rental mobil mensyaratkan bahan bakar harus kembali seperti saat anda mengambil kendaraan tersebut dari perusahaan rental mobil tersebut.
3. Anda harus menanyakan mengenai keterlambatan pengembalian kendaraan. Seiring dengan tidak menentunya keadaan jalan dan kondisi kemacetan akhir-akhir ini membuat anda terkadang tidak dapat tepat waktu, ada beberapa perusahaan rental mobil yang dapat mengerti keadaan ini sehingga mereka memberi kompensasi selama satu hingga dua jam, namun tidak sedikit perusahaaan rental mobil yang mewajibkan penyewa mengembalikan kendaraan tepat waktu dan memberi biaya tambahan per-jam.
4. Tanyakan mengenai asuransi apakah termasuk untuk pengemudi dan pihak ketiga. Ini sangat anda perlukan sehingga akan membuat anda lebih tenang namun anda harus tetap berhati-hati di jalan.
5. Pastikan anda membaca kontrak atau perjanjian sewa rental kendaraan dengan teliti, tanyakan mengenai hal-hal yang tidak anda mengerti, ini ditujukan agar anda tidak dipermainkan oleh perusahaan rental mobil yang nakal. Catat nomor telepon perusahaan rental mobil yang dapat dihubungi setiap saat, hal ini berguna jika terjadi sesuatu dengan anda selama di perjalanan.

Http://www.hadirentcar.com

Rental Mobil Murah Makin Di Minati

Bagi sebagian besar masyarakat, keperluan rentalmobil untuk merayakan lebaran merupakan syarat utama yang harus dipenuhi, baik itu untuk mudik maupun keperluan lainnya selama beberapa hari. Bahkan, aktivitas menggunakan jasa rental mobil murah tersebut sudah menjadi tradisi selama ini, tentu dengan berbagai alasan dan pertimbangan dari para pemakainya.
Selain dianggap lebih praktis, untuk mendapatkan rental mobil murah ini memang tergolong mudah, asalkan konsumen dapat memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan perusahaan atau pihak penyewa mobil. Keuntungan lain, masyarakat yang pasti tidak perlu repot-repot untuk membeli mobil.
Bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap mobil sewaan itu memang telah menjadi fenomena klasik setiap tahunnya, terutama ketika menghadapi lebaran. Permintaan masyarakat yang membutuhkan rental mobil tersebut, kemudian berkembang dan akhirnya menjadi lahan usaha tetap bagi beberapa kalangan terutama para pelaku bisnis rental mobil selama ini. Bisnis rental mobil di kota bandung, baik itu rental mobil dalam skala usaha menengah maupun skala usaha kecil masih tetap eksis.
Terbukti, sebagian besar skala usaha jasa rental mobil tersebut diperkirakan sudah memiliki ribuan pelanggan. Dan, tidak saja hanya ramai ketika menjelang lebaran atau hari-hari libur lainnya, namun juga tetap marak pada hari-hari biasa. Permintaan masyarakat yang terus bertambah terhadap mobil sewaan tersebut, tentu telah disikapi para pelaku usaha rental jauh-jauh hari sebelumnya. Hal ini tampak dari kesibukan pada beberapa perusahaan rental mobil yang sudah mulai meningkat sejak memasuki awal ramadan.
Bahkan, saat ini persediaan mobil nyaris telah habis disewakan. Meningkat kondisi itu seperti terjadi pada salah satu jasa rental mobil ternama di betulan jln. Cipaganti bandung, sebelum memasuki bulan puasa permintaan rental mobil di rental tersebut sudah mulai meningkat. Kemudian, mencapai puncaknya dalam beberapa hari terakhir ini. “sebagian besar mobil rental di sini memang banyak yang sudah dipesan,” kata seorang petugas rental

Http://www.hadirentcar.com

Usaha Rental Kendaraan Meningkat Pesat

Industri jasa persewaan kendaraan yang diperkirakan berjumlah 5.000 perusahaan di Indonesia mengoperasikan lebih dari 500 ribu unit mobil. Hal itu terungkap dalam seminar bisnis ‘Prospek Pemulihan Ekonomi dan Implikasinya Bagi Perkembangan Industri Jasa Persewaan Kendaraan’ yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) di Jakarta, pekan lalu.

Pongki Pamungkas, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) mengatakan bahwa prospek bisnis industri jasa persewaan kendaraan di Indonesia sangat menjanjikan. “Asosiasi memperkirakan investasi di industri jasa persewaan kendaraan nasional mencapai lebih dari Rp 75 miliar dengan perputaran usaha tahunan lebih dari Rp 20 triliun,” katanya.

Saat ini, industri jasa persewaan kendaraan di Indonesia terutama Rental Mobil Jakarta mempekerjakan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Angka itu bisa lebih banyak lagi pada tahun- tahun mendatang seiring rencana ekspansi bisnis masingmasing perusahaan yang tergabung dalam asosiasi tersebut.

Peremajaan atau pembelian mobil baru untuk industri ini yang dilakukan secara berkesinambungan secara tidak langsung juga akan meningkatkan penjualan sektor otomotif nasional. Berdasarkan data Asperkindo, tahun ini pembelian mobil baru yang dilakukan industri jasa persewaan kendaraan (nasional) mencapai sekitar 45 ribu unit atau 10 persen dari prakiraan penjualan otomotif nasional tahun ini sebesar 450 ribu unit.

“Paling tidak, kami yang tergabung dalam wadah Asperkindo memiliki komitmen panjang untuk eksis di industri jasa persewaan. Tentu kami membutuhkan mobil-mobil baru setiap tahunnya,” ujar Pongki Pamungkas.

Saat yang sama, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengungkapkan bahwa industri jasa persewaan kendaraan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk industri otomotif nasional. “Kalau industri jasa persewaan kendaraan makin berkembang, kebutuhan terhadap mobil baru tentu makin besar. Imbasnya, penjualan otomotif akan terbantu,” kata Bambang Trisulo, menjelaskan.

Pengamat ekonomi Faisal Basri yang tampil sebagai salah seorang pembicara dalam seminar tersebut juga optimistis industri jasa persewaan kendaraan Rental Mobil Jakarta akan berkembang di masa mendatang. Terutama didorong oleh industri pariwisata yang tetap eksis sekalipun Indonesia dilanda beberapa aksi pengeboman yang dilakukan teroris. Faisal pun memprediksi sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggerakkan industri jasa persewaan kendaraan akan membaik. “Saya optimistis, ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas lima persen tahun depan. Sampai sekitar 5,4 hingga 5,8 persen,” kata Faisal Basri, dalam paparannya.

tempointeraktif.com

Bisnis Mobil Second di Serang, Omset Fluktuatif Prospek Menjanjikan

Mobil, sebagai jenis kendaraan yang mendukung aktivitas masyarakat semakin hari keberadaannya semakin dibutuhkan. Terlihat dengan semakin bertambahnya jumlah populasi kendaraan pribadi yang ada.
Melirik peluang pasar akan kebutuhan kendaraan pribadi yang semakin meningkat di masyarakat, bermunculan show room yang menawarkan jual beli mobil dengan harga miring dengan kualitas yang baik dan layak. Mokas atau mobil bekas merupakan kendaraan second sebagai alternatif untuk mendapatkan mobil bagus dengan harga lebih murah dibandingkan beli baru.
Di antaranya perusahaan bergerak bisnis jual beli mobil second adalah Putra Abadi. Menurut Okki Agung, staf marketing Putra Abadi, populasi mobil second di Serang belum banyak. Sehingga para konsumen masih banyak yang mencarinya ke kota lain. “Dengan membuka show room mobil second di Serang, masyarakat tidak perlu repot-repot mencarinya ke Jakarta,” ujarnya. Ini menunjukkan bisnis jual-beli mobil second di Serang berpeluang besar untuk maju.
Sebagai bisnis yang dinilai cerah dan menjanjikan, Eni Haryanti pemilik Winky Motor menuturkan, “Serang merupakan kota yang sedang berkembang, ditunjang dengan kemampuan masyarakat untuk memiliki mobil pribadi pun cukup tinggi,” ujarnya.
Senada dengan Ny Eko, Okki menambahkan, menjanjikannya bisnis jual beli mobil di Serang, belum didukung oleh kesadaran masyarakat untuk beriklan di media cetak masih rendah. Sehingga peluang untuk menjual dan membeli mobil secara langsung lebih besar.
Meskipun dinilai sebagai bisnis menjanjikan, namun jual beli mobil second merupakan bisnis yang fluktuatif. Tidak selalu mendapatkan konsumen dengan jumlah yang pasti.
Banyak faktor ikut mempengaruhi penjualan mobil. Untuk bulan April 2008 lalu para pengusaha mobil second mengeluhkan sepinya para konsumen. “Mungkin ini ada kaitannya dengan tahun ajaran baru, dan kenaikan harga bahan pokok, “ tambah Oki.
Pada saat ramai, omset show room mobil mampu menjual antara 13-20 unit/ bulan. Namun pada saat sepi, jumlah pembeli hanya 6-8 unit/bulan. Jenis mobil yang banyak diminati oleh para pembeli pada umumnya adalah jenis mobil niaga atau mobil keluarga, seperti kijang. Alasannya, muat lebih banyak penumpang dibanding dengan sedan.
Serang dapat dikatan sebagai kota yang strategis untuk bisnis jual beli mobil, para pembeli tidak hanya berasal dari kota Serang, namun dari seluruh kota yang ada di Provinsi Banten. Bermunculannya pebisnis yang bergerak di jual beli mobil di Serang, semakin meningkatkan persaingan.
Berbagai cara dilakukan para pengusaha untuk tetap melanggengkan usahanya. Di antaranya adalah dengan selalu meningkatkan pelayanan yang ramah dan menjaga kualitas mobil, bahkan bagi Winky Motor yang membedakan show room-nya dengan yang lain adalah memberikan harga yang lebih miring.
Lain halnya dengan Putra Abadi dan Shaka Mobilindo, untuk menarik pelanggannya, mereka memasang iklan di media cetak agar lebih dikenal di pasaran.
Mendapatkan stok mobil untuk dijual kembali, biasanya show room dibantu oleh perantara yang berperan memberikan informasi dan menghubungkan seseorang yang akan menjual mobil dengan show room dalam kata lain menjadi seorang tenaga pemasaran penjualan mobil bekas. Namun jika kendaraan tertentu pilihan konsumen tidak tersedia, show room dapat bekerja sama dengan showroom lainnya untuk memberikan mobil yang diminta.
Untuk harga jual mobil di Serang masih relatif murah, seperti yang diungkapkan Eni Haryanti, “Saya biasa ngirim mobil truk ke Jawa untuk dijual di sana, karena harga truk disini relatif lebih murah. Jadi saya masih bisa dapat untung walaupun sedikit”
Harga pasar mobil bekas di Serang sangat beragam, tergantung tahun keluaran dan juga jenis mobilnya. “Harga mobil relatif, dilihat dari tahun keluarnya dan juga dari jenis mobil itu sendiri,” ungkap Eni Haryanti.
Di Wingky Motor, harga jual mobil second paling murah yaitu sebesar Rp 30 juta yaitu untuk mobil produksi tahun 1997 sedangkan harga mobil second yang paling mahal yaitu seharga Rp 145 juta yaitu untuk mobil tahun produksi 2005.
Sedangkan untuk harga mobil bekas di Shaka Mobilindo, harga termurah yaitu sebesar Rp 35 juta dan yang paling termahal yaitu sebesar Rp 310 juta untuk jenis mobil Fortuner.
Mobil pribadi pada umumnya dinilai hanya dapat dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Namun dengan adanya penawaran cara pembayaran secara langsung maupun kredit masyarakat menengah ke bawahpun masih memungkinkan untuk dapat memiliki mobil pribadi.
“Siapa pun bisa beli mobil, enggak harus kalangan tertentu, cash dan kredit memudahkannya” ungkap Oki.
Untuk pembayaran kendaraan secara kredit biasanya show room mobil bekerja sama dengan lembaga pembiayaan, sepertihalnya Tunas Finance, Adira Finance, SMS Finance dan lainnya.
Pembeli biasanya berdatangan dari berbagai macam daerah yang ada di Banten seperti halnya Serang, Labuan, Labuan, bahkan ada juga yang membeli mobil second yang berasal dari Lampung. Pembeli rata-rata memfavoritkan kendaraan jenis mobil niaga. “Mereka lebih banyak mencari mobil niaga karena muatannya lebih banyak dari pada jenis mobil sedan,” imbuh Eni Haryanti. (nia/ari)

BCA Fasilitas Pemilik Usaha "Showroom" Mobil Bekas

(Vibizdaily-Bisnis) PT Bank Central Asia Tbk melalui BCA Finance memfasilitasi kredit bagi pemilik usaha ruang pamer (showroom) mobil bekas yang merencanakan pengembangan bisnisnya.

Program `showroom financing` bertujuan membantu pemilik usaha yang membutuhkan modal kerja bagi pengembangan usaha, kata Presdir PT BCA Finance Roni Haslim di Jakarta, Senin.

Kesepakatan kerja sama pembiayaan showroom mobil bekas ini ditandatangani antara Roni Haslim dengan Kepala Divisi Bisnis Kecil dan Menegah BCA Haryono Wongsonegoro, di Pusat Penjualan Mobil bekas WTC Mangga Dua Jakarta.

Roni mengatakan, sebagai tahap awal program ini baru dapat dinikmati pemilik showroom mobil bekas yang selama ini sudah bekerja sama dengan BCA Finance dalam hal kredit pemilikan kendaraan untuk wilayah Jakarta dan Bekasi.

Diharapkan program tahap awal ini dapat berjalan baik, sehingga program ini dapat dilaksanakan tidak terbatas di dua wilayah saja, tetapi semua wilayah di Indonesia.

Menurut Roni sampai dengan akhir 2009 setidaknya 1.300 pemilik showroom yang sudah bekerja sama dengan BCA Finance serta akan ditawarkan kredit modal kerja.

Ia berharap, program ini akan dapat meningkatkan kinerja sehingga target Rp13,5 triliun pada 2010 akan dapat tercapai, sedangkan pada 2009 pihaknya telah menyalurkan Rp11 triliun.

"Kami optimis target tahun ini akan tercapai. Melalui program pembiayaan ruang pamer mobil bekas saja ditargetkan Rp400 miliar," jelasnya.

Haryono mengatakan, kerja sama ini akan memberikan tambahan nasabah sekaligus meningkatkan volume penyaluran kredit BCA untuk sektor kredit mobil bekas.

Terkait dengan kerja sama, BCA mengharapkan dapat menyalurkan kredit sampai Rp500 miliar untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Program pembiayaan ini memiliki banyak keuntungan seperti bunga kompetitif, proses cepat, syarat mudah, serta sebagai ikatan cukup mobil yang diperdagangkan (bukan fixed asset), jelasnya.

Ia juga menyampaikan selama periode 8 Februari sampai 8 Mei 2010 akan mendapat fasilitas bebas biaya provisi.

(ma/Ma/ant)

Bisnis Mobil Bekas Masih Layak Diperhitungkan

E-mail Cetak PDF
Peluang usaha jual beli mobil bekas masih terbuka lebar. Untuk memulainya tidak harus dengan modal besar. Asal ada kemauan dan keberanian untuk memulainya binis itupun bisa tetap jalan.




Meski indsutri otomotif tengah lesu akibat krisis, bisnis mobil bekas tetap saja bergairah. Itulah yang kini dialami Rudy Setiawan, (43), salah satu pemilik show room Rajawali Gemilang Mandiri Auto yang beroperasi di Jl. LDK Raya No. 19A Jakarta Selatan. Pasalnya, bisnis mobil bekas yang dilakoninya sejak 20 tahun lalu tidak pernah lesu. Dari waktu ke waktu, bisnis itu tetap menunjukkan gairahnya.

Rudy mengaku, bahwa jumlah transaksi di show room mobil bekasnya tidak pernah turun. Trend permintaannya terbilang stabil dan cenderung meningkat. “Sejauh ini, tidak ada masalah dengan bisnis yang kita jalani. Kondisinya lancar-lancar saja. Kalau penurunan hanya terjadi saat krisis ekonomi 1998 saja. Setelah itu cenderung meningkat dan relatif baik,” jelasnya saat diwawancarai Duit!.

Menurut Rudy, bisnis ini relatif aman meski dibayangi krisis sekali pun. Boleh saja terjadi krisis. Namun, minat masyarakat untuk memiliki mobil tetap tinggi. Hal itu bisa dilihat dari populasi kendaraan roda empat yang terus meningkat. “Kalau daya beli menurun, larinya pasti ke mobil-mobil second, karena harga belinya relatif murah dan lebih terjangkau,” papar Rudy. Hingga kini, kondisi show room mobil bekas, umumnya masih dalam kondisi baik. Para pelakunya tidak banyak mengeluhkan penurunan transaksi jualnya. “Sekarang stock mobil di setiap show room malah terus ditingkatkan. Rata-rata mobil yang dipajangnya sampai memenuhi seluruh ruangannya, begitu juga dengan show room ini, kita selalu meningkatkan stock-nya,” tegas Rudy.

Rudy menjelaskan, bahwa geliat bisnis mobil bekas ini sudah terjadi sejak lama. Sebelum krisis 1998, bisnis ini sempat mencatat prestasi yang cukup gemilang. Namun di saat krisis, bisnis ini sempat terpukul akibat daya beli masyarakat yang menurun hingga titik terendahnya. Untungnya, di saat kondisi ekonomi mulai membaik, kondisinya lebih cepat pulih. “Malah permintaan mobil bekas makin meningkat. Berbeda dengan bisnis mobil baru yang hingga kini masih bisa dibilang goyah,” jelasnya.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan, bahwa bisnis mobil bekas bukan sekedar bisnis yang hanya laris di masa krisi. Dalam kondisi stabil pun, prospek bisnis ini masih tetap menjanjikan. Alasannya, show room mobil bekas selalu menawarkan harga miring dengan kualitas yang baik dan layak. “Harga jual yang ditawarkannya jauh di bawah harga mobil-mobil
baru, tapi kondisi mobilnya masih relatif baik,” papar Rudy. Bagi Rudy, hal itu membuat bisnis ini menjadi sangat menarik. Ia menganggap, bahwa bisnis mobil bekas selalu memberikan harapan kepada para pelaku bisnisnya. Di show room Rudy sendiri, jumlah penjualan per bulannya mencapi 5-6 unit, dengan harga rata-rata di atas Rp 200 juta. “Jumlah itu bisa dibilang lumayan. Karena mobil yang kita jual, mobil-mobil eropa yang harga jualnya relatif tinggi. Kalau di show room mobil-mobil Jepang jumlah penjualnnya bisa lebih banyak lagi,” jelas Rudy.

Menurut Rudy, Jenis mobil yang ditawarkannya, terdiri dari berbagai type produk Mercedes Benz, BMW, Volvo, Peugeot, berikut sejumlah mobil keluaran eropa lainnya. Ia menjelaskan bahwa keuntungan bersih yang bisa didapat dari penjualan mobil bekas berada dikisaran 5% dari harga jual per unitnya. Namun, jumlah persentasenya bergantung pada kemampuan penjualnya saat menentukan harga. “Kalau mobilnya kita beli dengan harga murah, dan berhasil terjual dengan harga tinggi, keuntungannya bisa lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Bisa Dijajaki

Rudy menjelaskan bahwa peluang di bisnis ini masih sangat terbuka lebar. Hanya saja perlu ketelitian berikut pengetahuan yang memadai mengenai dunia otomotif. Hal itu diperlukan untuk proses pengecekan kondisi mobilnya. Apakah masih dalam kondisi layak atau tidak. Lebih lagi, untuk mengetahui taksiran harganya. Apakah sesuai atau tidak. “Setidaknya harus ada orang yang mengerti soal itu. Kalau tidak, nantinya bisa salah perhitungan, malah bisa jadi rugi,” papar Rudy.

Hal itu dianggap penting, karena proses pengecekannya harus bersifat menyeluruh. Mulai dari kondisi mesin, body mobil, aksesoris, hingga ke surat-suratnya. Sebab, untuk mengetahui kelayakannya, tidak cukup sekedar melihat tampilan fisiknya saja.

Sedangkan untuk sistem pengelolaannya, bisa melalui berbagai macam cara. Bisa dengan sistem beli-jual maupun dengan sistem jual titipan. Menurutnya, kedua sistem ini sudah lazim digunakan para pelaku bisnis mobil bekas. Untuk stock mobilnya, bisa juga melalui kerjasama dengan dealer-dealer penjual mobil baru. Tujuannya untuk mendapatkan mobil-mobil kreditan yang gagal bayar. Mobilnya bisa dibeli untuk dijual kembali. “Tapi, ada beberapa dealer yang memang melelang mobil-mobil sitaannya. Kita tinggal memanfaatkan moment-nya saja,” jelas Rudy.

Agar penjualan mobilnya bisa maksimal, saat menentukan lokasi show room, harus mengetahui letak stratesisnya. Menurut Rudy, umumnya, setiap wilayah yang sudah di tempati sejumlah show room, sudah terpetakan sesuai spesifikasi mobil yang dijualnya. “Kalau di wilayah Jakarta Barat dan Selatan, tempatnya show room mobil-mobil Eropa, kalau tempatnya mobil-mobil Jepang, ada di sekitar Jakata Timur dan Pusat. Dan tidak menutup kemungkinan, di daerah lain pun ada pemetaan seperti itu,” papar Rudy.

Menurut Rudy, mine set masyarakat sudah terbentuk. “Kalau mau cari mobil bekas keluaran eropa, biasanya, langsung datang ke sekitar Lebak Bulus, Fatmawati, atau ke Radio Dalam (red. Jakarta Selatan). Mereka sudah tahu bahwa tempat itu tempatnya show room-show room yang menjual mobil-mobil eropa. Kalau mereka ingin membeli mobil Jepang, pasti pergi ke tempat yang lainnya,” jelas Rudy.

Rudy menegaskan, untuk memulai bisnis ini, tidak harus dengan modal uang dalam jumlah besar. Anda bisa memulainya dengan menjadi mediator untuk orang-orang yang ingin menjual mobil. Menurut Rudy, banyak juga orang yang sukses dari jalur seperti itu. “Mereka menjadi mediator sekedar mengumpulkan modal saja. Fungsinya, sebagai penghubung antara penjual dan pembeli mobil,” tegas Rudy. Menurut Rudy, yang paling penting harus ada kemauan dan keberanian untuk memulainnya. “Peluangnya sudah ada. Tinggal berani atau tida?” tegasnya. (Ruby Babullah Afsa, Majalah DUIT No. 07/IV/Juli 2009)

Membangun Showroom Mobil Bermodal Zero

Olivia Antoni

by admin on Apr.21, 2010, under Cerita Sukses, Just Curious


Dua kali mengalami kebangkrutan membuat Olivia harus menerima kenyataan pahit: kehilangan harta benda dan orang yang dicintainya. Tapi ia kini mampu bangkit dan membangun kembali usahanya yakni showroom mobil yang sukses dikembangkan lewat sistem waralaba.

Menjadi seorang entrepreneur harus menyimpan nyawa cadangan.Bagitu joke yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang terlebih dulu memilih status ini. Resiko yang dihadapi memang tidak ringan. Kebangkrutan dan kegagalan seolah menjadi hal biasa yang bisa datang sewaktu-waktu. Padahal, dampak yang ditimbulkan bisa sangat serius, habis modal dan harta benda yang kita miliki. Salah satu yang pernah mengalami kisah pahit ini adalah Olivia Antoni, pemilik Franchise Showroom Aldo Mobilindo. Tapi ia tidak menyangka jika kegagalannya dalam berbisnis itu harus dibayar mahal. Semua aset miliknya tiba-tiba ludes yang menyisakan timbunan hutang. Bahkan biduk rumah tangga yang telah dibangun selama bertahun-tahun pun akhirnya hancur.

“Rumah tangga saya hancur karena suami saya tidak bisa menerima kondisi demikian. Kami sering bertengkar sampai akhirnya dia meninggalkan kami,” kenang Olive yang merasa cukup terpukul dengan kejadian tersebut.. Tapi Olivia terdidik menjadi wanita tangguh. Keberaniannya dalam menghadapi resiko bahkan melebihi kaum lelaki. Sedari awal –meski kurang mendapat dukungan dari sang suami–, ia punya keinginan bisa menggeluti bisnis di bidang otomotif, yakni membuka showroom mobil. Padahal, semua mahfum bisnis ini biasanya hanya bisa dilakukan dengan dukungan atau back up dana yang besar. Uniknya, Olive berani bertarung hanya bermodalkan pengalaman dan data based customer dari tempat sebelumnya. Sebagai seorang sales girl di perusahaan otomotif Tunas Daihatsu, Cilegon prestasi yang ditorehkan wanita kelahiran 19 Agustus 1976 selama 8 tahun bekerja tergolong mengkilap. Ia selalu mampu membukukan angka penjualan yang tinggi. Bahkan Olive sempat diganjar sebagai The Best Sales Penjualan Terbanyak dan meraih bonus dari ASTRA untuk keliling dunia. “Awalnya jika ada orang yang mau jual mobil, saya tawarkan ke customer saya. Saya dapat uang fee. Ini berlangsung cukup lama dan ternyata perputaran tabungan uang saya sampai Rp1-2 miliar. Itu tidak saya duga padahal uangnya bukan dari uang saya. Tapi selisihnya menjadi hak saya,” jelasnya.

Kepiawaiannya sebagai sales inilah yang semakin menebalkan keyakinannya bisa berhasil membuka usaha showroom mobil. Olivia Antoni, Owner Franchise Showroom Aldo MobilindoIa kemudian menyewa sebuah tempat ukuran 4 x 5 meter yang disulap menjadi sowroom sederhana tanpa display unit. Biar terlihat layak saat didatangi customer, Olive terpaksa memajang mobil sendiri dan beberapa mobil temannya. Pendek kata, ia benar-benar membuka showroom mobil dengan modal zero! “Tahun 2005 saya buka. Sampai suatu ketika saya dipercaya Blue Bird untuk menjual mobil bekas taksi mereka. Walaupun ada teman-teman yang menghina showroom tanpa modal, nggak punya duit saya nggak peduli. Toh, saya bisa julan 35 unit-40 unit per bulan. Untungnya kurang lebih 100 juta per bulan, jelas Olive. Tenyata kepiawaiannya sebagai marketing memberi andil besar untuk kemajuan bisnisnya. Ia lalu memutuskan membuka cabang baru di Kota Serang.

Statusnya meningkat dari seorang ‘makelar’ yang hanya menjual mobil titipan menjadi ‘bos’ yang juga membeli mobil untuk kemudian dijual kembali. Ternyata keputusan ini menjadi bumerang. Jika sebelumnya dengan menjual mobil titipan ia tidak terbebani bunga, tapi kini ia harus menanggung bunga yang jumlahnya cukup besar. “Dan keuntungan saya tersedot kesana. Tahun 2006 saya bangkrut dan meninggalkan hutang sampai Rp 200 juta. Padahal saya hanya punya rumah yang masih kreditan,” kenangnya. Ibu tiga anak ini baru menyadari jika ternyata setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Saya mungkin bisa memasarkan tapi tidak tahu seluk beluk mobil termasuk ke mesin-mesinnya,” kata Olive. Sadar dengan kesalahan tersebut, Olive kembali bangkit. Ia banyak melahap buku-buku bisnis dan motivasi. Sampai akhirnya dalam sebuah seminar entrepreneur university, ia diajarkan bagaimana caranya membangun aset. Sejak tahun 2007 Olive membangun 3 aset yang nilainya cukup besar dan di tahun 2008 ia mendapat kepercayaan dari Bank BRI dengan memperoleh kucuran modal hingga Rp2 miliar. Modal sebesar itu, ia digunakan untuk membayar hutang dan dipakai untuk membeli kendaraan yang ia sendiri belum tahu produk knowledgenya. “Seharusnya pinjaman dari BRI ini saya gunakan seluruhnya untuk modal usaha. Baru keuntungannya saya pakai untuk mencicil hutang yang ada,” tambahnya.

Rupanya keputusan itu melemparkannya ke titik nadir yang kedua. Kebangkrutan yang ia alami di tahun 2008 kali ini lebih parah. Selain, bsinisnya mandek, orang-orang kepercayaanya menyingkir. Bahkan sang suami yang selama ini mendampinginya pun tidak mau menerima kondisi pahit ini. Alhasil, Olive seperti dihempaskan ke dalam jurang yang paling dalam. Olivia Antoni, Owner Franchise Showroom Aldo MobilindoKejadian itu alih-alih mematahkan semangat tapi justru memperbesar keinginannya untuk bangkit. Baginya, kebangkrutan itu bukan suatu pilihan tapi proses untuk sukses ke tahap selanjutnya. Jadi, grafik turun naik dalam hidup buat Olive adalah hal yang biasa. ”Saya tidak pernah memikirkan besarnya beban tapi saya memikirkan berapa besar pemasukan yang masuk ke kantong saya. Tidak selamanya akan musim salju terus, pasti akan ketemu dengan musim panas,” begitu ia mengilustrasikan. Pada saat bangkrut, seseorang seharusnya keluar dari bisnis itu untuk mencari peluang bisnis lain. Keberhasilan baru ini diharapkan bisa mensupport bisnis yang pertamanya agar bisa kembali berjalan. Seperti yang dilakukan Olivia, ketika tidak punya modal untuk jual beli mobil ia memperkenalkan konsep baru yakni membuat showroom mobil yang dijual dengan sistem waralaba. Memperkenalkan konsep ini tidak gampang, tapi ia berusaha memberi pemahaman yang mudah dan sederhana.

Olive melihat peluang banyak orang yang menginginkan diajarkan membuka showroom mobil tanpa display. “Jika saya butuh waktu 8 tahun untuk bisa mendapatkan pengalaman bagaimana merakasakan kesuksesan dan kebangkrutan termasuk faktor-faktor penyebab kegagalan, maka mereka bisa meguasainya cukup butuh waktu dua tahun,” jelasnya. Untuk franchise Aldo Mobilindo, Olive mematok harga sebesar Rp45 juta diamana franchisee akan mendapatkan berbagai fasilitas antara lain pendampingan selama 3 tahun, free training marketing, free konsultasi bisnis, free desain outlet dan promosi termasuk membantu melayani pengadaan kendaraan yang dibutuhkan. Ia optimis bisnis waralabanya bakal berkembang. Pasalnya, hanya dalam waktu 4 bulan, ia mampu membuka 24 cabang. Bahkan pihak franchisee yang pertama kini sudah bisa BEP pada bulan kedua. Tak hanya sampai disitu, Olive juga mulai merambah ke bisnis Spa. “Kenapa saya bikin ini, karena saya melihat spa kan susah ditemui dan rata-rata mahal. Tapi dengan dibawah 100 ribu mereka bisa melakukan berbagai perawatan disitu,” tambahnya. Usaha yang digeluti kurang dari dua bulan ini sudah memiliki lima outlet. ‘The Family Spa’ milik Olive ini juga dikembangkan dengan konsep waralaba.

“Dengan membayar 35 juta, mitra mendapat 10 terapis yang sudah ditraining serta mendapat pendapingan hingga bisnisnya benar-benar bisa jalan,” punkasnya seembari berpromosi.

disadur dari www.majalahpengusaha.com

BELI MOBIL DENGAN CERDAS



Kalau saya tidak salah kutip dari suatu tulisan di majalah bisnis terkemuka di tanah air, sekitar 75% masyarakat Indonesia membeli mobil dengan cara kredit. Baik melalui bank atau pun lembaga pembiayaan (leasing) lainnya. Tentu saja ini merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi pihak pembiayaan/bank di satu sisi dan bagi konsumen/pembeli dengan membeli mobil (terutama mobil baru) dengan cara kredit mereka dengan hanya menyiapkan sekitar 10%-30% uang muka sudah dapat memiliki sebuah mobil. Tetapi sadarkah kita bahwa di balik mudahnya memiliki sebuah mobil dengan cara kredit tersebut, ternyata kita harus membayar cost yang teramat mahal. Saya akan beberkan di bawah ini perhitungan dan penjelasannya secara lengkap.

Pemahaman Konsumen yang Tidak Lengkap

Perhatikanlah, selama ini apabila kita ingin membeli mobil dengan cara kredit, pertimbangan dan persiapan utama kita adalah hanya pada kemampuan untuk membayar cicilan tiap bulannya. Padahal kita juga harus mempertimbangan banyak komponen biaya lainnya yang muncul dan harus kita bayar selama kepemilikan mobil tersebut dalam masa kredit, dan sayangnya ini lah yang paling banyak kita lupakan.

Baiklah sekarang saya akan bahas tentang bagaimana contoh simulasi sebuah konsumen yang membeli sebuah mobil dengan cara kredit di bawah ini yang kami ambil dari situs www.oto.co.id tanggal 18 September 2007:

Mobil : Toyota New Avanza 1500 cc

Harga Tunai : Rp. 131.300.000,-

Uang Muka : Rp. 32.825.000,- (25% dari harga tunai)

Asuransi : Rp. 10.635.300,- ( All risk 8,10%)

Cicilan : Rp. 3.787.500,-

Bunga : 12,82%% per tahun

Jangka waktu : 36 bulan

Administrasi : Rp. 475.000,-

Total Pembayaran Pertama : Rp. 47.772.800,-

Mari kita lihat proses pelunasan yang wajib dibayar oleh konsumen tersebut selama tiga tahun seperti yang kami tunjukkan pada tabel di file simulasi-mobil.pdf:

Hasil rekapitulasi:

Total Cicilan : Rp. 136.350.000

Total Biaya Bensin : Rp. 36.000.000

Total Biaya Pajak : Rp. 4.500.000

Total Biaya Pemeliharaan : Rp. 8.400.000

Total Seluruh Biaya Selama Masa Kredit 3 tahun : Rp. 227.360.300,-

Wow!, lihatlah bila masa kredit kita selesai maka kurang lebih total biaya yang harus kita keluarkan untuk mobil tersebut menjadi sangat besar…! Ingat lho uang segitu itu adalah uang hilang alias hangus. Perhatikan juga, biaya-biaya semacam pembelian bensin, pajak dan pemeliharaan kendaraan selama tiga tahun tersebut kebanyakan kurang menjadi perhatian kita ketika ingin kredit mobil. Padahal harus kita ingat juga bahwa mobil adalah benda yang akan mengalami penyusutan harga (deprisiasi) dari tahun ke tahun. Bila kita asumsikan penyusutan mobil tersebut kira-kira 8% (delapan persen) per tahun, maka setelah selesai masa kredit harga mobil baru kita tersebut akan menjadi:

Rp. 131.300.000 x 8% x 3 = Rp. 31.512.000. Berarti dalam waktu tiga tahun harga mobil kita menyusut sebesar angka tersebut. Sehingga mobil tersebut kini hanya bernilai Rp. 99.788.000. Coba bandingkan dengan total uang yang Anda bayarkan selama 3 tahun tersebut dengan kondisi nilai mobil kita kini! Sungguh sangat menyesakkan dada…

Bagaimana Kalau Diinvestasikan?

Sekarang misalnya dengan uang hangus sebesar Rp. 227.360.300 tersebut, bila kita tumbuhkembangkan misalnya ke salah satu instrumen investasi yang memiliki hasil return (bagi/imbal hasil) sebesar 10% per tahun (flat), dan kita endapkan selama 15 tahun. Berapa uang yang akan kita miliki kelak? Perhatikan tabel di file yang telah Anda download tadi.

Wow, lihatlah uang yang Anda simpan selama 15 tahun sekarang sudah mencapai hampir 1 Miliar rupiah… Nah sekarang tinggal Anda pilih, mau tetap ngotot beli mobil baru dengan cara kredit tapi dengan konsekuensi “menghanguskan” uang sebanyak itu? Atau dengan cerdas, tetap mengeluarkan uang sebanyak itu tetapi bukan untuk membeli mobil, melainkan dikembangbiakka dalam bentuk investasi seperti perhitungan di atas.

Solusi dan Kesimpulan

Memang mungkin ada yang sinis terhadap hitung-hitungan saya di atas, misalnya: “… kok kita jadi pelit banget ya sama uang, bukannya itu berarti kita jadi budak uang…?” atau juga misalnya “… selama 3 tahun itu kan kita bisa lancar menjalani segala urusan misalnya bisnis dll, sehingga bisa dapat uang banyak, jadi gak seberapalah uang yang dikeluarkan selama tiga tahun tersebut…“

Untuk komentar pertama bukannya kita pelit/jadi budak uang, tetapi bagaimana kita bisa bijaksana dalam memperlakukan uang tersebut. Apalagi di masa depan, kebutuhan akan uang tentu akan bertambah banyak misalnya pendidikan anak, dan pensiun. Untuk komentar kedua di satu sisi ada benarnya juga, tetapi tolong jujurlah dengan hati nurani kita, apa harus dengan membeli mobil baru dengan cara kredit untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan bisnis Anda?

Menurut hemat saya, bila kita ingin membeli mobil dengan cerdas dan bijak adalah dengan membeli mobil second (dalam kondisi sangat ok) dan dibeli tunai. Dua kunci utama yaitu mobil bekas dan tunai, itu prinsipnya. Karena mobil bekas yang masih dalam keadaan bagus tidak kalah nyamannya bila kita membeli baru dan juga dengan fasilitas yang prima. Karena perlu kita ingat setiap mobil baru yang kita beli seketika keluar dari dealer, maka otomatis harganya/nilainya langsung turun. Dan mengapa harus dibayar tunai, karena tentu kita harus menghindari beban biaya yang harus kita tanggung (semisal bunga) yang harus kita bayar selama jangka waktu kredit tersebut.

Semoga dapat membantu menambah wawasan kita semua.